Namir mencapai kecepatan 0-62 km/jam dalam waktu 3,5 detikSiapa bilang ramah lingkungan tak bisa membuat Anda ngebut? Adalah Giugiaro Namir, mobil hibrid pertama yang diklaim sebagai mobil ramah lingkungan tercepat yang pernah ada.
Namir yang dalam bahasa Arab berarti ‘Macan’ mampu mencapai kecepatan 0-62 km/jam dalam waktu 3,5 detik. Dengan kecepatan maksimal 217 km/jam dan hanya menghabiskan satu galon bensin per 118 mil.
Seperti dilansir topspeed, Selasa 3 Maret 2009, mobil ini dirancang oleh perusahaan ternama dari Inggris, Frazer-Nash. Mereka bekerja sama dengan perusahaan Italia, Giugiaro, untuk merancang Macan yang satu ini.
Namir diklaim sebagai mobil elegan, memiliki power dan agresivitas yang dibutuhkan oleh sebuah kendaraan masa depan. Ia pertama kali diperkenalkan ke publik dalam International Motor Show di Jenewa, Swiss.
Namun rencananya mobil ramah lingkungan ini akan segera dilepas ke masyarakat sebentar lagi.
Es Bukan Alasan Berhenti Membalap
Roda depan dan belakang dipasangi pasak tajam.
Buat penggemar balap, cuaca dan iklim tentu bukan alasan menghentkan hobinya. Karena itulah sekelompok pembalap sengaja menciptakan motor yang bisa dijajal di atas licinnya es akibat salju.
Motor yang dipilih adalah Triumph Daytona 675 dengan modifikasi utama di ban. Roda depan dan belakang dipasangi pasak tajam. Tujuannya tentu mencegah motor jatuh karena licin, namun disaat bersamaan bisa menjajal es dengan kecepatan tinggi.
Triumph Daytona 675 dipilih karena selain cocok dengan pemasangan pasak, juga cocok dengan target kecepatan. Diproduksi tahun 2000, model ini memilik bobot 176,6 kg dengan 104,4 tenaga kuda.
Tahun 2006, varian ini diproduksi 4000 unit, dan setengahnya dijual di Amerika Serikat. Namun dengan meningkatnya permintaan, Daytona sengaja memproduksi lagi varian menarik ini.
Buat penggemar balap, cuaca dan iklim tentu bukan alasan menghentkan hobinya. Karena itulah sekelompok pembalap sengaja menciptakan motor yang bisa dijajal di atas licinnya es akibat salju.
Motor yang dipilih adalah Triumph Daytona 675 dengan modifikasi utama di ban. Roda depan dan belakang dipasangi pasak tajam. Tujuannya tentu mencegah motor jatuh karena licin, namun disaat bersamaan bisa menjajal es dengan kecepatan tinggi.
Triumph Daytona 675 dipilih karena selain cocok dengan pemasangan pasak, juga cocok dengan target kecepatan. Diproduksi tahun 2000, model ini memilik bobot 176,6 kg dengan 104,4 tenaga kuda.
Tahun 2006, varian ini diproduksi 4000 unit, dan setengahnya dijual di Amerika Serikat. Namun dengan meningkatnya permintaan, Daytona sengaja memproduksi lagi varian menarik ini.
Cara Baru Menyetir: Pakai Mata Bukan Tangan
Ilmuwan Jerman mengembangkan mobil 'Spirit of Berlin'. Cukup menggunakan pandangan mata.
Lelah memegang setir mobil? Mungkin Anda harus mencoba teknologi terbaru ini. Para ilmuwan Jerman telah mengembangkan teknologi terbaru yang memungkinkan mengemudi mobil hanya dengan menggunakan mata.
Peneliti Universitas Free Berlin, Raul Rojas, mengatakan, teknologi ini bekerja berdasarkan gerak mata pengemudi. Mobil ini membaca arah gerak mata dan berjalan ke manapun mata diarahkan.
Rojas dan timnya mempresentasikan prototipe teknologi ini di bawah naungan langit biru yang cerah di sebuah lahan bekas bandara di ibu kota Jerman.
Mobil dengan teknologi terbaru itu melintasi landasan pacu Bandara Tempelhof. Pengemudi mobil tanpa setir ini menggunakan pandangannya untuk menyetir. Mobil ini seperti mobil hantu, tanpa tangan yang mengemudinya.
Dengan teknologi ini, memungkinkan dikendalikan dengan kecepatan hingga 30 mil per jam atau 50 kilometer per jam.
"Target berikutnya, mobil ini bisa dikendalikan dengan kecepatan 60 mil per jam," kata Rojas.
Ditambahkan dia, tantangan terbesar yang dihadapi mobil ini adalah rintangan, pejalan kaki atau kendaraan lain.
Saat ini, solusi masalah itu, pengemudi mobil tanpa setir cukup melihat ke kaca spion untuk mengemudikan mobil.
Jika nantinya teknologi ini dikomersialkan, soal keselamatan jadi tanda tanya besar. Bagaimana jika pengemudi melihat pemandangan bagus, atau terpana melihat gadis cantik selama beberapa detik?
Belum lagi, soal gangguan panggilan telpon, atau saat pengemudi harus mengirimkan pesan pendek?
Hal itu juga jadi pertimbangan para peneliti. Mobil yang dinamai 'Spirit of Berlin' atau 'Jiwa Berlin' adalah mobil otomatis yang dilengkapi navigasi GPS, beberapa kamera, laser, dan scanner yang memungkinkan mobil ini mengemudikan dirinya sendiri, sesuai perintah pengemudi.
"Mobil ini bisa melakukan apapun. Bisa secara otomatis maupun mengikuti panduan mata pengemudi," kata Rojas.
"Mobil akan berhenti di persimpangan dan meminta panduan dari pengemudi." Prosesnya hanya butuh beberapa detik.
Untuk menunjukan kemampuan mobil yang kompromis, Rojas melompat di depan mobil yang sedang berjalan dalam kecepatan 10 mil per jam. Untung, mobil itu langsung berhenti seketika.
"Tepat waktu, aku sangat beruntung," kata Rojas.
Jika merasa kesulitan menjalankan ini dengan mata. Ada alternatif lain, menggunakan iPhone sebagai remote control mobil.
Mobil ini juga akan dilengkapi sistem konvensional untuk menghentikan lajunya, dilengkapi dua tombol darurat besar di bagian belakang mobil. Tinggal pencet, semua sistem tertutup. (JNO)
Peneliti Universitas Free Berlin, Raul Rojas, mengatakan, teknologi ini bekerja berdasarkan gerak mata pengemudi. Mobil ini membaca arah gerak mata dan berjalan ke manapun mata diarahkan.
Rojas dan timnya mempresentasikan prototipe teknologi ini di bawah naungan langit biru yang cerah di sebuah lahan bekas bandara di ibu kota Jerman.
Mobil dengan teknologi terbaru itu melintasi landasan pacu Bandara Tempelhof. Pengemudi mobil tanpa setir ini menggunakan pandangannya untuk menyetir. Mobil ini seperti mobil hantu, tanpa tangan yang mengemudinya.
Dengan teknologi ini, memungkinkan dikendalikan dengan kecepatan hingga 30 mil per jam atau 50 kilometer per jam.
"Target berikutnya, mobil ini bisa dikendalikan dengan kecepatan 60 mil per jam," kata Rojas.
Ditambahkan dia, tantangan terbesar yang dihadapi mobil ini adalah rintangan, pejalan kaki atau kendaraan lain.
Saat ini, solusi masalah itu, pengemudi mobil tanpa setir cukup melihat ke kaca spion untuk mengemudikan mobil.
Jika nantinya teknologi ini dikomersialkan, soal keselamatan jadi tanda tanya besar. Bagaimana jika pengemudi melihat pemandangan bagus, atau terpana melihat gadis cantik selama beberapa detik?
Belum lagi, soal gangguan panggilan telpon, atau saat pengemudi harus mengirimkan pesan pendek?
Hal itu juga jadi pertimbangan para peneliti. Mobil yang dinamai 'Spirit of Berlin' atau 'Jiwa Berlin' adalah mobil otomatis yang dilengkapi navigasi GPS, beberapa kamera, laser, dan scanner yang memungkinkan mobil ini mengemudikan dirinya sendiri, sesuai perintah pengemudi.
"Mobil ini bisa melakukan apapun. Bisa secara otomatis maupun mengikuti panduan mata pengemudi," kata Rojas.
"Mobil akan berhenti di persimpangan dan meminta panduan dari pengemudi." Prosesnya hanya butuh beberapa detik.
Untuk menunjukan kemampuan mobil yang kompromis, Rojas melompat di depan mobil yang sedang berjalan dalam kecepatan 10 mil per jam. Untung, mobil itu langsung berhenti seketika.
"Tepat waktu, aku sangat beruntung," kata Rojas.
Jika merasa kesulitan menjalankan ini dengan mata. Ada alternatif lain, menggunakan iPhone sebagai remote control mobil.
Mobil ini juga akan dilengkapi sistem konvensional untuk menghentikan lajunya, dilengkapi dua tombol darurat besar di bagian belakang mobil. Tinggal pencet, semua sistem tertutup. (JNO)
Terrafugia, Mobil Terbang Pertama Di Dunia
Hingga kini tercatat 70 orang sudah memesan kendaraan ini.The Terrafugia Transition, pesawat terbang yang bisa berubah menjadi mobil atau sebaliknya, akan diproduksi besar-besaran. Terrafugia telah mendapat izin pesawat dengan beban khusus, dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).
Seperti dilansir Telegraph.co.uk, edisi Selasa 29 Juni 2010, pesawat-mobil ini merupakan satu-satunya kendaraan yang secara hukum diizinkan untuk beroperasi resmi.
Bagaimana metamorfosa kendaraan ini? Saat berada di jalan raya, kendaraan ini bisa dipacu dengan kecepatan standar. Saat menjadi mobil, kendaraan ajaib ini melipat sepasang sayapnya.
Artinya, bila menemukan area yang cocok dijadikan untuk bandara dadakan, kendaraan ini bisa segera beraksi. Cukup dengan 'bandara' berukuran sepertiga dari bandara normal, atau sekitar 500 meter, pesawat ini bisa lepas landas. Sayap lipat bertenaga listrik bisa mengembang.
Saat berada di udara, kecepatannya bisa mencapai sekitar 115 meter perjam, dengan jarak tempuh mencapai sekitar 760 kilometer. Beban yang diangkut bisa mencapai 200 kilogram.
Terrafugia sangat mengutamakan keselamatan penumpang. Termasuk dalam penerbangan dalam cuaca buruk. Pilot atau sopir dapat dengan mudahnya kembali ke rumah dan memasukkan pesawat ke garasi mobilnya.
Hingga kini tercatat 70 orang sudah memesan kendaraan ini. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 90 juta sebagai tanda jadi, pesawat sudah bisa dipesan. Rencananya, pesawat-mobil ini akan dilego Rp 1,76 miliar.
Dana tanda jadi itu disimpan di pihak ketiga. Tujuannya, bila perusahaan itu bankrut sebelum barang tiba di lokasi, maka dana akan dikembalikan.
Seperti dilansir Telegraph.co.uk, edisi Selasa 29 Juni 2010, pesawat-mobil ini merupakan satu-satunya kendaraan yang secara hukum diizinkan untuk beroperasi resmi.
Bagaimana metamorfosa kendaraan ini? Saat berada di jalan raya, kendaraan ini bisa dipacu dengan kecepatan standar. Saat menjadi mobil, kendaraan ajaib ini melipat sepasang sayapnya.
Artinya, bila menemukan area yang cocok dijadikan untuk bandara dadakan, kendaraan ini bisa segera beraksi. Cukup dengan 'bandara' berukuran sepertiga dari bandara normal, atau sekitar 500 meter, pesawat ini bisa lepas landas. Sayap lipat bertenaga listrik bisa mengembang.
Saat berada di udara, kecepatannya bisa mencapai sekitar 115 meter perjam, dengan jarak tempuh mencapai sekitar 760 kilometer. Beban yang diangkut bisa mencapai 200 kilogram.
Terrafugia sangat mengutamakan keselamatan penumpang. Termasuk dalam penerbangan dalam cuaca buruk. Pilot atau sopir dapat dengan mudahnya kembali ke rumah dan memasukkan pesawat ke garasi mobilnya.
Hingga kini tercatat 70 orang sudah memesan kendaraan ini. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 90 juta sebagai tanda jadi, pesawat sudah bisa dipesan. Rencananya, pesawat-mobil ini akan dilego Rp 1,76 miliar.
Dana tanda jadi itu disimpan di pihak ketiga. Tujuannya, bila perusahaan itu bankrut sebelum barang tiba di lokasi, maka dana akan dikembalikan.
Mobil Canggih Untuk Tuna Netra
Teknologi yang dinamakan nonvisual interfaces menggunakan sensor membantu tuna netra. (que
Perkembangan teknologi membuat para tuna netra memiliki harapan untuk menyetir mobil sendiri. Peneliti dari The National Federation of the Blind dan Virginia Tech, Amerika Serikat berencana untuk mendemonstrasikan prototipe kendaraan yang dilengkapi teknologi untuk membantu para tuna netra agar bisa menyetir sendiri.
Teknologi yang dinamakan "nonvisual interfaces" menggunakan sensor yang bisa membantu tuna netra melakukan manuver saat menyetir. Sensor itu akan mengirimkan informasi tentang lingkungan di sekitar : apakah ada mobil atau benda di dekatnya, di depan atau di jalur lain.
Bagi banyak tuna netra, mengemudi dianggap hal yang tidak mungkin. Tapi peneliti berharap bahwa proyek ini bisa melakukan revolusi mobilitas dan menantang asumsi yang telah lama dibatasi.
"Kami sedang melihat area yang sebelumnya dianggap tidak mungkin untuk dieksplorasi," kata Dr Marc Maurer, presiden The National Federation of the Blind, seperti dikutip dari Associated Press (AP).
"Kami bergerak jauh dan ingin meninggalkan teori bahwa kebutaan adalah akhir dari segalanya serta memberikan kontribusi kepada masyarakat," tambahnya.
Organisani yang berbasis di Baltimore ini mengumumnkan rencana untuk melakukan demonstrasi kendaraan untuk tuna netra pada Jumat, 2 Juli 2010 lalu, di pantai Daytona, Florida, Amerika Serikat.
Seorang tuna netra, yang sampai saat ini belum dipilih, akan menggunakan kendaraan menyusuri trek yang terletak dekat dengan jalur balap Daytona. Ia akan mencoba untuk mensimulasikan sebuah pengalaman khas mengemudi.
Maurer pertama kali berbicara tentang mobil untuk orang buta sekitar sepuluh tahun yang lalu saat ia meluncurkan organisani lembaga riset organisasi. "Beberapa orang berpikir aku gila tetapi beberapa orang percaya bahwa hal itu adalah gagasan luar biasa," kata Maurer.
Perkembangan teknologi membuat para tuna netra memiliki harapan untuk menyetir mobil sendiri. Peneliti dari The National Federation of the Blind dan Virginia Tech, Amerika Serikat berencana untuk mendemonstrasikan prototipe kendaraan yang dilengkapi teknologi untuk membantu para tuna netra agar bisa menyetir sendiri.
Teknologi yang dinamakan "nonvisual interfaces" menggunakan sensor yang bisa membantu tuna netra melakukan manuver saat menyetir. Sensor itu akan mengirimkan informasi tentang lingkungan di sekitar : apakah ada mobil atau benda di dekatnya, di depan atau di jalur lain.
Bagi banyak tuna netra, mengemudi dianggap hal yang tidak mungkin. Tapi peneliti berharap bahwa proyek ini bisa melakukan revolusi mobilitas dan menantang asumsi yang telah lama dibatasi.
"Kami sedang melihat area yang sebelumnya dianggap tidak mungkin untuk dieksplorasi," kata Dr Marc Maurer, presiden The National Federation of the Blind, seperti dikutip dari Associated Press (AP).
"Kami bergerak jauh dan ingin meninggalkan teori bahwa kebutaan adalah akhir dari segalanya serta memberikan kontribusi kepada masyarakat," tambahnya.
Organisani yang berbasis di Baltimore ini mengumumnkan rencana untuk melakukan demonstrasi kendaraan untuk tuna netra pada Jumat, 2 Juli 2010 lalu, di pantai Daytona, Florida, Amerika Serikat.
Seorang tuna netra, yang sampai saat ini belum dipilih, akan menggunakan kendaraan menyusuri trek yang terletak dekat dengan jalur balap Daytona. Ia akan mencoba untuk mensimulasikan sebuah pengalaman khas mengemudi.
Maurer pertama kali berbicara tentang mobil untuk orang buta sekitar sepuluh tahun yang lalu saat ia meluncurkan organisani lembaga riset organisasi. "Beberapa orang berpikir aku gila tetapi beberapa orang percaya bahwa hal itu adalah gagasan luar biasa," kata Maurer.
Mobil Anti Macet dari China
Ini mobil masa depan, karena pakai bahan bakar hidrogen yang tidak menghasilkan polutan
Parahnya kemacetan lalu lintas di China mengilhami Zhang Yuhan, mahasiswa jurusan desain, untuk menciptakan kendaraan anti macet. Mobil ini dalam keadaan tertentu bisa berubah seperti perahu yang bisa melintasi danau dan sungai. Bahkan, kendaraan ini bisa melewati salju.
Mobil hovercraft yang kemudian menggunakan merek Volkswagen Aqua Concept ini merupakan satu finalis CDN Car Design Award di China. Acara ini diselenggarakan mantan desainer BMW, Chris Bangle.
Zhang menjelaskan, mobil tanpa roda ini menggunakan beberapa mesin. Mesin utama berupa impeller atau turbin yang berada di bawah kendaraan. Saat mesin dinyalakan, turbin ini akan mengangkat tubuh kendaraan. Lalu dua mesin di belakang mendorong jalan ke depan.
"Aqua menawarkan kendaraan masa depan, karena menggunakan bahan bakar hidrogen yang tidak menghasilkan polutan," kata Zhang seperti dikutip Caradvice.com, baru-baru ini.
Dasar dari Aqua ini diambil dari kendaraan off-road China yang kemudian dibuat ulang Volkswagen. Aqua menafsirkan filosofi desain Volkswagen dengan garis tunggal tanpa putus. Pintu kendaraan kendaraan tidak di samping, melainkan di belakang.
Rossi Mulai "Menyihir" Ducati
Kamis, 09 Juni 2011
Ducati mulai merasakan pengaruh dan "sihir" dari keterampilan teknis Valentino Rossi dalam pengembangan motor. Menurut bos tim yang bermarkas di Bologna tersebut, Vittoriano Guareschi, pengembangan mesin Desmosedici GP11 semakin bagus setelah para mekanik mendapat masukan dari "The Doctor".Rossi memulai pekerjaan besar tahun ini pada paketan elektronik dan merevisi sasis fiber karbon, yang baru-baru ini diperkenalkan. Spek mesin baru, bersamaan dengan sebuah crankshaft (poros engkol) yang lebih berat, juga akan diperkenalkan dalam waktu dekat bagi Rossi dan Nicky Hayden.
Dalam debutnya bersama Ducati, Rossi baru pertama kali naik podium di Le Mans, Perancis. Pada balapan seri keempat yang berlangsung pada 15 Mei tersebut, juara dunia tujuh kali MotoGP ini finis di urutan tiga, di belakang duo Repsol Honda, Casey Stoner dan Andrea Dovizioso. Meskipun demikian, Rossi masih punya pekerjaan yang lebih besar lagi, yaitu membawa Ducati secara konsisten meraih kemenangan karena ini adalah misi utamanya.
Guareschi mengatakan, umpan balik yang tepat dan akurat dari Rossi untuk pengembangan mesin sangat membantu para mekanik Ducati. Dengan demikian, mereka (mekanik) dengan mudah memahami bagaimana meningkatkan performa motor pebalap berusia 32 tahun tersebut, yang kondisi kebugarannya mendekati 100 persen.
"Kami sudah membuat semua bagian baru karena Valentino memberitahukan secara jelas kepada para mekanik, dan dia sangat akurat mengenai apa yang dirasakannya dari motor," ujar Guareschi kepada MCN.
"Valentino lebih dulu berbicara dengan motornya, dan setelah itu dia berbicara dengan para mekanik untuk menjelaskan secara pasti apa yang diinginkannya. Bagi para mekanik, hal tersebut akan memudahkan mereka untuk membuat sebuah bagian baru bagi Valentino karena mereka memiliki arah yang jelas."
Langganan:
Postingan (Atom)





